Edisi 44-05/02/2002

ADA HUJAN ADA PAYUNG

Sedia payung sebelum hujan jadi peribahasa yang populer belakangan ini. Bukan karena orang mulai concern lagi pada perkembangan bahasa, melainkan lebih pada arti harfiahnya. Hujan yang mengguyur Indonesia setiap hari, bahkan di beberapa kota hingga dilanda banjir, membuat payung jadi barang yang cukup penting saat ini.
Tidak jelas benar kapan pertama kali payung mulai memasuki peradaban manusia. Masyarakat China kuno telah menggunakan payung dengan rangka bambu sejak 1100 SM. Sebagai alat pelindung dari hujan atau sengatan matahari, payung sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat China kala itu.
Pada masa Mesir kuno payung juga telah digunakan. Fungsinya tak sekedar sebagai alat pelindung si pemakai dari hujan dan teriknya mentari, namun juga sebagai simbol status sosial.
Bentuk dan bahan payung sendiri berkembang dari masa ke masa. Payung dengan rangka baja, pelindung dari sutera atau katun dan dapat dilipat mulai digunakan sejak 1800-an.
Pada perkembangannya, banyak orang menggunakan payung lebih sebagai mode ketimbang sebagai cara berlindung dari cuaca.

Zaki
dari The Illustrated Dictionary of Inventors and Inventions

Powered by SKM UGM BULAKSUMUR, Bulaksumur B21 Jogjakarta 55281 fax (0274) 566711
email: bulaksumur@plasa.com
2 0 0 1