Pemanenan Konvensional
Tidak Ramah Lingkungan

Aktivitas pemanenan hasil hutan, secara fisik telah mempengaruhi kondisi lingkungan. Pengaruh ini bisa berakibat pada gangguan permukaan tanah, regenerasi pohon, dan bahkan erosi.
Demikian pernyataan Martti Matikainen, salah satu pembicara dalam seminar sehari “Penerapan Reduce Impact Logging (RIL) dalam Restrukturisasi Kehutanan” di University Center, Rabu (20/3).
RIL merupakan metode pemanenan hutan yang ramah lingkungan. Menurut Arif Rahmanulloh, ketua panitia penyelenggara, tema tersebut dipilih karena cara pemanenan konvensional memiiki ekses negatif yang besar terhadap lingkungan hutan. RIL dapat mengatasi masalah tersebut. Di samping itu, biayanya lebih efisien. Metode inilah yang sudah diterapkan praktisi seperti Martti dan kawan-kawannya di hutan Berau, Kalimantan.
Selain praktisi, seminar yang diselenggarakan Keluarga Mahasiswa Manajemen Hutan tersebut juga menghadirkan beberapa akademisi sebagai pembicara. Arif menuturkan bahwa metode pemanenan ini memang diperuntukkan langsung bagi operator tebang. Namun, sasaran seminar kali ini tetap mahasiswa. Karena pada masa mendatang mahasiswa-mahasiswa inilah yang akan menentukan kebijakan. Operator tebang hanyalah pelaksana di lapangan.
Respon akan seminar ini ternyata lebih baik dari yang diperkirakan panitia sebelumnya. Ini terbukti dari peserta seminar yang tidak hanya berasal dari UGM. Hadir juga mahasiswa Intan, STIPER, Unwim, hingga Unpad.

Zaki



Powered by SKM UGM BULAKSUMUR, Bulaksumur B21 Jogjakarta 55281 fax (0274) 566711
email: bulaksumur@plasa.com
2 0 0 1