log.gif (13574 bytes)

  Indeks  | Daftar Berita | Sapa Kami Pengelola

22/05/00
Mahasiswa KKN Terserang Malaria
Tuntut Ketua LPM Mundur

Karena khawatir terjangkit wabah malaria, Mahasiswa KKN di Kecamatan Bener, Purworejo, Jawa Tengah, menuntut Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM)UGM untuk segera menarik mereka dari lokasi KKN. Mereka menuduh LPM tidak melakukan observasi lokasi dengan serius.
Menurut Morbid Ma'ruf, mahasiswa yang KKN di Kecamatan Bener, sebenarnya pada bulan Mei 2000 saja sudah tercatat sekitar 3400 korban malaria. Pihak Pemda Kabupaten Purworejo sendiri sampai memutuskan untuk mendatangkan 6 orang ahli dari World Health Organization(WHO).
Wilayah Purworejo yang paling parah terserang malaria adalah Kec. Kaligesing, Kec. Bagelen, Kec. Loano, dan Kec. Bener. Bahkan, menurut Mahasiswa Filsafat Angkatan 1996 itu, Gubernur Daerah Jawa Tengah dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta juga telah melakukan pertemuan guna membahas masalah endemik malaria di Purworejo.
Lebih jauh Morbid menyesalkan tindakan teledor LPM yang tidak melakukan observasi secara benar dan menempatkan mahasiswa di lokasi endemik malaria. Karena itulah para Mahasiswa KKN korban malaria itu menuntut agar LPM segera memulangkan mereka paling lambat tanggal 25 Agustus 2000. "Meski sebenarnya KKN akan selesai tanggal 31 Agustus. Tapi kita tidak mau mengambil resiko jatuhnya korban lagi," kata Morbid.
Selain menuntut pulang lebih awal, mereka juga menuntut agar Ketua LPM mengundurkan diri, memberi ganti rugi sebesar 1 juta rupiah kepada para korban, dan menuntut LPM meminta maaf melalui surat kabar pada korban dan mahasiswa yang ditempatkan di Purworejo.

Datang ke Lokasi

Sementara itu Ketua LPM Drg. M. Masykur Rahmat Sp. BM., ketika dihubungi Bulaksumur Pos, Senin (21/8) di kantornya, mengatakan akan segera mengunjungi lokasi KKN yang dilaporkan terserang malaria. "Kita sudah menyiapkan tim dokter yang terdiri dokter umum, dokter spesialis dan dokter anak", katanya sesaat sebelum berangkat ke Purworejo.
Masykur menolak tuduhan para mahasiswa bahwa LPM tidak serius melakukan observasi lokasi. Meski tidak langsung datang ke lokasi tetapi mereka mendapatkan data dari Pemda setempat. "Terakhir bulan Mei", katanya.
Sementara menanggapi tuntutan mahasiswa agar dirinya mundur dari Ketua LPM, Masykur mengatakan semuanya tergantung kondisi yang ada di lapangan. "Kita kan belum tahu yang terjadi sebenarnya", katanya sambil tersenyum. Masykur juga menolak informasi bahwa 42, 85% dari sekitar 300 mahasiswa yang KKN di sana terserang malaria. "Ah, nggak ada itu. Memang ada yang sakit, tapi hasil tes darahnya negatif".
(Udin-Bulaksumur).