log.gif (13574 bytes)
  Indeks  | Daftar Berita | Sapa Kami Pengelola
14/08/00
Fakultas Kehutanan Kompromi Merak


Penangkaran Merak di fakultas Kehutanan mengundang polemik berbagai pihak. Untuk menanggapi masalah ini pada tanggal fakultas Kehutanan mengadakan rapat. Langkah yang akan diambil oleh fakultas Kehutanan untuk menghadapi protes mahasiswa dan pihak lain sehubungan dengan penangkaran Merak ini adalah dengan jalan kompromi. Seperti kata Imran, Asisten jurusan Konservasi fakultas Kehutanan UGM, “kompromi memang perlu diambil dalam masalah ini baik secara hukum maupun teknis”.
Yang dimaksud dengan secara hukum adalah masalah legalisasi penangkaran Merak, sedang secara teknis adalah masalah kandang yang akan ditambah luasnya, makanan yang cukup dan observasi yang intensif. Rencananya juga akan diadakan kerjasama antara Staf Peneliti fakultas Kehutanan dengan Kebun Binatang Gembira Loka Yogyakarta, dan Panaju, Pemelihara Merak di Sukabumi serta staf peneliti dari Bogor.

Penangkaran Merak yang pada awalnya dikatakan hanya untuk tujuan riset saja, ternyata juga berorientasi profit. Seperti yang diutarakan oleh Djuantoko, PD III fakultas Kehutanan. “Kalau keuntungan finansial itu tujuan jangka panjang. Tujuan utamanya tetap riset”. Djuantoko mengakui kalau harga Merak sangat mahal dan laku dijual misalnya untuk bahan baju. Fakultas Kehutanan berminat untuk mengekspor merak keluar negeri. Seorang nara sumber, Dosen fakultas Kehutanan yang menolak dituliskan namanya mengatakkan bahwa dia sebenarnya tidak setuju dengan proyek ini, karena merasa proyek ini bertentangan dengan disiplin ilmu di Fakultas Kehutanan. Ini bisa dikatakan sebagai eksploitasi terhadap hewan, walaupun alasannya untuk riset “Masa fakultas Kehutanan jurusan Konservasi malah memperdaya hewan yang termasuk makhluk hutan”, paparnya dengan mimik kesal.
(Ambar, Ella-bulaksumur)