log.gif (13574 bytes)
  Indeks | Pengelola | Daftar Berita
07/08/00
Televisi Sebagai Kontrol Sosial

Bagaimana masyarakat menanggapi keberadaan televisi dalam kehidupan sosial dan spiritualnya ? Demi memberikan gambaran atas fenomena ini, maka SCTV, melalui Liputan 6-nya, menggelar dialog publik bertajuk "Peran Televisi sebagai Kontrol Sosial" di Hotel Santika, Kamis (3/8) lalu.

Acara dialog ini dibagi menjadi tiga sesi. Sesi yang pertama, menghadirkan Bob Sugeng Hadiwinata sebagai pembicara. Dalam sesi ini, Bob Sugeng banyak berbicara tentang budaya massa dalam televisi. Tidak heran jika televisi kita penuh dengan sionetron-sinetron yang menawarkan mimpi-mimpi tentang kehidupan yang glamour. Dalam berita pun, televisi terutama pasca Orde Baru selalu dipenuhi berita-berita tentang anarki, kriminalitas dan hal lain yang sensasional. Sempat terjadi debat seru mengenai hal ini. Bahkan seorang peserta sempat mengistilahkan produk televisi Indonesia itu njijiki (menjijikkan).

Sementara di sesi kedua yang tampil menjadi pembicara adalah Bachtiar Ali, seorang dosen FISIP Universitas Indonesia. Ia berbicara mengenai realitas media versus realitas sosial. Menurutnya, kedua realitas ini muncul dalam dunianya masing-masing. Realitas media adalah realitas yang terseleksi , yang sudah dipilih dari berbagai realitas sosial yang sebenarnya ada. Media membingkai realitas sosial tersebut dengan sangat subyektif.
Dialog publik ini ditutup oleh tampilnya Darmanto Jatman, seorang psikolog dari Universitas Diponegoro dan Karni Ilyas , direktur pemberitaan Liputan 6 SCTV. Setelah acara ini, digelar pula lomba presenter televisi yang diikuti oleh kurang lebih 20 orang peserta.
(bulaksumur).